Peta Kerja
Penting untuk mengetahui peta-peta kerja serta bagaimana cara mengaplikasikannya. Hal ini dapat diterapkan oleh siapapun, sehingga dengan perhitungan yang sistematis, semua dapat diperoleh dengan hasil maksimal.
Untuk mempermudah pengoperasian suatu produk, mahasiswa dituntut untuk bisa membuat peta kerja sebagai patokan atau alat ukur dalam melakukan kegiatan produksi. Pada pengerjaannya dilakukan pemilihan bahan material yang digunakan, bagaimana cara pengolahannya serta bagaimana cara menyatukan beberapa komponen untuk menjadi suatu produk jadi.
Pada proses tersebut haruslah adanya kegiatan kerja seperti pengoperasian, pemeriksaan, transportasi mulai dari gudang penyimpanan barang mentah sampai penyimpanan barang jadi. Sehingga dapat menentukan panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, peta kerja sangat dibutuhkan dalam dunia kerja dan peta kerja dianggap dapat menyelesaikan masalah dalam setiap langkah-langkah yang dialami oleh suatu benda kerja mulai dari masuk ke pabrik sampai akhirnya menjadi produk jadi.
Untuk mengsimulasikan suatu pengoperasian peta kerja, dapat melakukan dalam perakitan tamiya. Pada komponen tamiya memeliki beberapa komponen yang di assembling sehingga dapat menggambarkan peta kerja yang sederhana.
Motion Study
Agar menghasilkan pekerjaan yang efisien dan efektif, melalui motion study dilakukan dengan adanya 17 gerakan dasar Therblig sebagai patokan. Dimana untuk menghasilkan pekerjaan yang optimal adanya pengklasifikasian gerakan, sehingga dapat menghilangkan gerakan-gerakan yang bisa mengakibatkan kelonggaran waktu kerja sehingga pekerjaan tidak efisien dan efektif.
Dalam motion study juga dilakukan perbaikan pada peta kerja, atau sering disebut peta usulan, untuk mendapatkan waktu yang lebih efisien yang menghasilkan gerakan-gerakan yang efektif. Pada motion study sebaiknya gerakan menunggu, perencanaan ulang ketika kerja, dan istirahat dihilangkan. Hal itu ditujukan untuk menghindari kelonggaran waktu.
Adanya prinsip perbaikan kerja sebagai patokan yang menghubungkan antara kerja dengan tubuh manusia dan gerakannya, pada pengaturan layout atau tata letak tempat kerja, serta perancangan peralatannya. Sehingga waktu yang diperoleh se-optimal mungkin.
Time Study
Dalam dunia industri tentu kita membutuhkan teknik yang benar untuk menghitung suatu waktu dalam suatu pekerjaan. Maka untuk menghitung suatu waktu sistem kerja, akan timbul sejumlah alternatif metoda kerja. Sehingga dalam perhitungannya kita dapat melakukan penjadwalan dan perancangan kerja, menentukan besarnya ongkos produksi, serta menentukan jumlah atau kebutuhan operator.
Pada pengukuran waktu kerja alat yang digunakan adalah stop-watch. Dalam pengukuran waktu yang baik perlu melakukan langkah-langkah penetapan tujuan pengukuran, melakukan penelitian pendahuluan, memilih operator, melatih operatormenguraikan pekerjaan atas elemen pekerjaan, dan menyiapkan alat-alat pengukuran.
Pada operasinya, data yang diperoleh harus diolah melalui uji keseragaman data untuk menghasilkan data yang seragam, sehingga data akan masuk kedalam batas kontrol atas dan batas kontrol bawah atau tidah terjadi out of control.
Work Sampling
Dalam dunia industri tentu kita membutuhkan teknik yang benar untuk menghitung suatu waktu dalam suatu pekerjaan. Maka untuk menghitung suatu waktu sistem kerja, akan timbul sejumlah alternatif metoda kerja. Sehingga dalam perhitungannya kita dapat melakukan penjadwalan dan perancangan kerja, menentukan besarnya ongkos produksi, serta menentukan jumlah atau kebutuhan operator.
Pada pengukuran waktu kerja alat yang digunakan adalah stop-watch. Dalam pengukuran waktu yang baik perlu melakukan langkah-langkah penetapan tujuan pengukuran, melakukan penelitian pendahuluan, memilih operator, melatih operatormenguraikan pekerjaan atas elemen pekerjaan, dan menyiapkan alat-alat pengukuran.
Pada operasinya, data yang diperoleh harus diolah melalui uji keseragaman data untuk menghasilkan data yang seragam, sehingga data akan masuk kedalam batas kontrol atas dan batas kontrol bawah atau tidah terjadi out of control.
1.1. Tujuan
1.2.1 Peta Kerja
Dari Praktikum ini, mahasiswa diharapkan :
1. Mengetahui dan memahami cara pembuatan serta penggunaan peta kerja dalam memperbaiki suatu metode kerja.
2. Mampu membuat peta kerja yang benar dan informatif serta dapat mengusulkan peta kerja yang lebih efektif dan efisien.
3. Mampu menggunakan peta-peta kerja sebagai alat analisis untuk perbaikan suatu stasiun kerja.
1.2.2 Motion Study
Dari Praktikum ini, mahasiswa diharapkan :
1. Mengetahui dan memahami 17 gerakan dasar Therbligh
2. Mengetahui dan memahami prinsip-prinsip perbaikan gerakan kerja.
3. Mampu mengklasifikasikan gerakan dasar Therbligh.
4. Mampu mengurangi gerakan-gerakan yang dianggap tidak efektif.
1.2.3 Time Study
Dari praktikum ini, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan dalam :
1. Memahami waktu standar kerja/operasi dengan menggunakan jam henti.
2. Melakukan pengukuran waktu siklus operasi dengan menggunakan jam henti.
3. Memahami langkah – langkah yang harus dilakukan dengan pengukuran waktu proses.
4. Mengestimasi/ menghitung jumlah data yang diperlukan.
5. Mengetahui pengaruh waktu baku terhadap produktivitas pada suatu stasiun kerja.
1.2.4 Work Sampling
Dari praktikum ini, mahasiswa diharapkan :
1. Mengetahui dan memahami cara atau penggunaan work sampling.
2. Mampu menentukan waktu baku berdasarkan work sampling.
3. Mengetahui pengaruh waktu baku terhadap produktifitas pada suatu stasiun kerja.
Komentar
Posting Komentar